Bikin Blog Baru – release new blog

Februari 5th, 2011 § 1 Komentar

Aku menulis lagi

Lepas, bebas, my old blog have fulled capacity….  Too many picture on small size bytes

Hmmm,,, apa ya? It takes time, that was hard time ‘being back’ to the way you are…

the wind blows slow now…

Better space, better move

terima kasih kepada wordpress

Well, first post.. apa adanya banget, enjoy!

-Lcdsthpsri_

Workshop Medical Laws

Juni 1st, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

At. New Metro Semarang, 9th Until 10th April 2011

By. KliniKita (dr. Gatot Suharto, SH, Sp.F, M.Kes) dan Komisariat PDUI Kota Semarang

 

Gathering Invitation for arranged Medical Laws.This one for sharing friends.

Hukum Melindungi Tenaga Kesehatan (Prof.DR.Sansirtorini SH, MH) / Rekam Medis dan Audit Medis (DR.dr Inge Hartini) / Penyelesaian Sengketa Mediasi (Drg Edi Sumarwanto SH, MM, Mkes) / Malpraktek dalam Penegakkan Hukum (John Butarbutar SH, Msi)

Tanggung Gugat Profesi Dokter (insurance), diklasifikasikan 1. Spesialisasi khusus beresiko sangat tinggi (Sp.OG dan Sp.An), 2. Spesialisasi Bedah dan / atau Intervensi (Sp.B; Sp.U; Sp.BO; Sp.BP; Sp.Bonk; S,BD; Sp,BS; Sp.BA; Sp.BT, Sp.M, Sp.THT), 3. Spesialisasi Bukan Bedah dan / atau Intervensi (Sp.PD; Sp,A; Sp.JP; Sp.P; Sp.Rad; Sp.KK, Sp.S; Sp.KJ; Sp.RM; Sp.PA; Sp.GM; Sp.OR; SpKP; Sp.KL; Drg) 4. DU dan Dokter Berpraktek Umum (GP, Sp.FK, Sp.MK, Sp.Par, Sp.OK, Sp.And, Sp.F, dan Residen) Premi and limit insurance up to Rp. 500.000.000.

Connect to http//:www.bumida.co.id

Simulasi P2KB Dokter Umum / Buku Log P2KB IDI Kota Semarang.  Hi, Lets go to rapi2 berkas dari sekarang :)

-Lcdsthpsri_ share

Hormonal Management For Reproductive Women

Mei 26th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Hormonal Management For Reproductive Women (Freedom from PMS and Irregular Cycle)

At. Santika Premiere Semarang, 14th May 2011

By. Komisariat PDUI Kota Semarang and Buyer Health Scheringe

New Progestrogen for OCs (dr. FX. Widiarso, Sp.OG) / OCs and Freedom from Irregular Cycle (dr.Syarief Thaufik, Sp.OG , K(FER)) / Freedom From Irreguar Cycle (dr.Chyntia Sukotjo Hartono, Sp.OG) / Clinical Mentoring Insersi IUD Nova T (dr.Chyntia Sukotco, Sp.OG)

Buyer Health Scheringe, product: YAZ, Angelique, Primolut N, Microlut, Cyclo Proginova, Diane 35, Nova T, Mirena (IUD with Progesterone)

YAZ : Highly Effective Contraceptive, Prev for pregnancy, Prev for acne, Treatment for PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder).  Drospirenon as the Newest Progestrogen For All Stage for Woman (Clinical Experiment with YAZ)

Development of OCs have focused on improving tollerability and acceptabillity while maintaining efficacy. Strategy have generally included reduction in dose of estrogent component and introduction with new progrestine with more acceptable clinical profile. Other developmental strategies have include hormone phasing and changing pill from the conventional 21/7 regiment. There was a need of additional progestine in OCs. The progress of OCs development has now witness in a lower dose formulation using drosperinone in 24 day active (24/4 regiment)

Anqelique (The New face of Menopause) – Estrogen dan Drosperidone dengan PARA (progesteronic with Andosteron receptor antagonis)  — La cinquantaine .. (Et alors?)

Indikasi: Terapi hormone replacement untuk mengatasi Symptom yang berhubungan dengan syndroma Klimakterium (symptom vasomotor urogenitalia e.c defisiensi estrogen post menopause), mengurangi resiko post menopausal osteoporosis.  Efek estrogen pada RAA a.l retensi sodium dan air, diganti dengan drospirenon.  Drosperinon dengan PARA (menjaga BB, prevent retensi cairan – odem, bloating, breast tenderness, mengontrol TD)

Angelique (1blister: 28 tab) : Stable Body Weight, No Water retention Syndrome, Good Effect on Lipid profile, prev Osteoporosis Retention, High Ammenorhea Rate, Efficacy on menopausal Symptom.

Primolut N for PUD (Dysfunctional Uterus Bleeding) and Menstruation Delayed bagi Ibadah Haji

Cyclo Proginova – Freedom from Irregular Cycle. Bifasic Preparat with a good tolerance arranged as fisiological Menstrual Cycle.

 

- Lcdsthpsri_share

Djogjakarta Traveler (Part One – C’est La Vie)

Mei 26th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

This Trip happening on January 2011.  Saat banjir lahar dingin masih hot-hot nya

This Trip happening on January 2011. Saat banjir lahar dingin masih hot-hot nya. Me and my Bro went to Yogyakarta on a mission having fun and pushing the refresh button for a new year

But we’ve separated. He’s got some duty from Kompas interviewing Mira Lesmana and Riri Riza on an event. And I just lefted with a pocket digicam, yang ternyata optical lensnya troubling, karena keseringan stand by. This beberapa hasil capture (indoor) muter2 Jogja sama Bude.

The New BodyShop, beneran betah.  Mau buka Salon and Spa, ‘kulakan’ di sini bisa banget :)

Batik-batik yang sudah ‘Go National & Go International’. Mbatik pakai canting ‘the original ones’. Do you know that ‘mbatik’ derived from ‘mb-a’: mb-membuat, a- garis, ‘tik’: titik, membuat garis dari titik. Jaman dulu keterampilan wanita-wanita jawa dalam membatik dijadikan mata pencaharian dan dianggap sebagai pekerjaan ekseklusif. Ada beberapa pattern yang merupakan pola-pola dasar/ancient, yang biasanya dipakai bangsawan-bangsawan kraton (sidodadi, sidomukti, sidoluhur, parang kusuma, parang klithik, parang kembang, wahyu tumurun, sekar djagat, truntum,dll) dan batik wiron dengan pattern seperti ini biasanya mahal harganya. Beberapa contoh pola dipajang di trotoar Malioboro, dibuat Walk of Fame.

Mejelang sore ‘pas’ ada sekaten, jalan kaki dari arah gereja kidul loji. Saya beneran heran stay the same, masih ya jaman sekarang. Nyobain pijat refleksi. Pakde saya bilang jalannya macet. Saya malah bengong: kaya gini ‘dibilang’ macet ? :)

It Feels like Home. Keistimewaan Yogyakarta tidak semata-mata dilandasi filosofi masyarakat Jogja, tetapi menjadi bagian dan konsistensi dengan falsafah pendirian Indonesia. This some conventional wisdom.

Sempat juga ke Keraton sampai malam, sebelumnya ke Kaliurang yang masih separuh hitam.  Banyak foto-foto Merapi dijual buat charity. Yang di mal-mal juga ada lebih bagus2. Cuma sayang beberapa pernah saya lihat saat browsing.

 

Sempat makan di beberapa tempat cozy. Bakmi-bakmi Jowo pinggiran. Nasi Bakar and Tongseng Sate.  Kata Bude senyum2: ‘Urip ya mung ngene mbak‘ / Hidup ya cuma begini.   Hahaha…  :)   (This is Life / C’est La Vie)  She’s naturally funny.

Belum puas foto-foto in. To be continued on Next Travel. See ya all..

Re, Lifelovers

Strength of Conviction

Mei 24th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

by. Lucia Desthie Hapsari

In adaptation_ “ There are 3 Kinds of Human Beings :  Men. Woman. and Woman Physician  “  (Sidney Sheldon)

The First sentences of a Book, is a Personal Message from the Writer to conclude what He wants to tell at the All.  Sidney Sheldon has a Specific ways I Learned in every story He creates.  But one I do Appreciate He can drive in Every Outline.  When He write about the Celebrity (Stranger in The Mirror) He research that World all over before arrange the Fiction.  Like on the Science Fields (Are you Afraid of the Dark?) and in Politics (The Star Spangled Banner), etc.  So He does when He wrote, “Nothing Last Forever” :)

I thought He has Interviewing doctors in Eligible ways, in the Aims when I’m Reading that books I’m sinking Deep.  Neither I was in this field, reading His mind in Books just like talking to Collega inspite He wasn’t that one.

And He always make Woman as the Center of the Idea of a Story.  I dunno Why, mungkin buatnya – There will never be a New World until a Woman are Part of it – istilahnya, like a Hero perhaps.

For me, There is no Super Woman living…  :)   The Smart One Survive.

But, I Maintain that Woman has Strength of Conviction.  We’ve Drived our Responsibility of Thought. Correct or Incorrect.  Who Knows.

Ya, mungkin ‘that sentences’ hanya mewakili konsekuensi perempuan yang terjun ke dunia yang bukan lapangannya.  :)   She Can See Beyond What People Wants, What They Need She Can Choose What They Want.  The Right Person in The Right Time and Place.  Cream Roulette, Mayonaise, Ice Cream. Whatever people..

Same Person, Always Better Clothes

Lucia Desthie Hapsari

Kaum Muda Protagonis Perubahan – World Youth Day 2011

Mei 24th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

( In Memorium Yohanes Paulus II )

“ Terima Kasih, Terima Kasih kalian sudah datang.  Aku telah mencari kalian. Terima Kasih “

Kaum Muda

Paus Yohanes Paulus II dikenal dengan cinta dan perhatiannya yang amat besar kepada orang muda. Kerasulan orang muda adalah salah satu Legasi, warisan kepemimpinannya. Baginya Kaum Muda adalah Harapan, Cinta, dan Sukacita, menjadi garam dan terang, pelaku – pelaku perubahan, bukan sekedar penerima.  Ia menginginkan wajah gereja yang Dinamis, Gereja yang selalu muda.

Salah satu bentuk perhatiannya yang menonjol adalah dilembagakan-nya Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day / WYD) pada 20 Desember 1985.  Sejak saat itu WYD selalu digelar 2 sampai 3 tahun sekali dan terus berlangsung hingga kini, terakhir adalah World Youth Day 2008 yang diadakan di Sidney, Australia(2000, Roma, Vatikan ; 2002, Toronto, Canada; 2005, Cologne Germany) Selanjutnya WYD 2011 akan diadakan di Madrid, Spanyol. Dan pada WYD 2011, Paus Yohanes Paulus II akan dijadikan sebagai pelindung.

Perhatian Paus Yohanes Paulus II pada hakikatnya merupakan amanat, gambaran, Citra Gereja sebagaimana rupa Yesus sebagai ‘pahlawan’ sejati, murni, rendah hati, kebenaran dan cinta kasih, sahabat dan teman orang muda.  Selain dalam bentuk peristiwa kolosal seperti WYD, berbagai pertemuan, pelatihan, baik pada level regional, nasional dan lokal di tingkat keuskupan seringkali digelar.  Tak terhitung sapaan pastoral, surat-surat apostolik.  Dalam forum – forum besar gereja seperti Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia, orang muda dilibatkan. Namun demikian perhatian gereja ini bagi sebagian orang muda masih ditanggapi sebelah tangan. Masih banyak yang mengeluh, menuntut, dan meminta fasilitas lebih.

Sikap-sikap semacam ini sebenarnya sangat kontras dengan jati diri, identitas dan karakter Tuhan Yesus.  Bila setia dan tekun menyelami kehidupan Yesus, maka akan tampak sekali karakter-karakter, ciri, identitas yang menonjol:  Inisiatif, peka, kreatif, fokus dengan misi-Nya.  Kehidupan Yesus menunjukkan diri sebagai pelaku, pemimpin, dan penggerak perubahan.

Gereja Katolik sebagai cerminan wajah Kristus menampilkan karakter serupa sebagai protagonis dalam sejarah kemanusiaan, dengan segala kelebihan dan kekurangan, dan tentu tidak lepas dari segala kontroversinya. Gereja Katolik oleh sebagian masyarakat dituduh konservatif, namun justru paling sering melakukan terobosan-terobosan positif.

Singkatnya kehidupan Yesus dan Gereja mencerminkan kehidupan yang aktif, tidak pasif.  Pelaku, Pemimpin bukan epigon, membeo, selalu sadar akan panggilan dan misi kehidupan yang diterima sang Pencipta.  Bahkan, dalam situasi terjepit, kondisi yang menantang, sarana terbatas, gereja senantiasa hadir dan tampil membawa kabar sukacita.  Itulah hakikat, citra diri, dan identitas murid Kristus yang mestinya menjadi sumber Inspirasi bagi kita semua.

Teladan Inspirasi

Dalam kehidupan bernegara dan menggereja, teladan baik dan inspiratif ditunjukkan oleh tokoh-tokoh, dalam panggilan sebagai 100 persen Indonesia dan 100 persen Katolik. Bapak Politik Katolik Indonesia I.J Kasimo dan kawan-kawannya aktif terlibat dalam Trikoro Dharmo, Budi Utomo, lalu mendirikan Partai Katolik pada usia muda belia. Pendiri-pendiri PMKRI di tengah kesibukan kuliah dan berjuang di medan laga memertahankan kemerdekaan  Indonesia yang baru diproklamasikan, masih sempat memperhatikan sebuah wadah mahasiswa yang menampilkan kerohanian Katolik sebagai pedoman.  Mereka terinspirasi oleh ajaran gereja : melibatkan diri dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bergerak dengan penuh semangat, mengambil inisiatif, meski situasi dan kondisi problematis menghadang.  Frans Seda, Harry Tjan Silalahi, Cosmas Batubara, Yusuf Wanandi, Sofyan Wanandi, Chris Sinner Key Timu, Ben Mboi, yang pada masa muda mereka aktif, bahkan hingga di usia menjelang senja.

Tantangan gereja kini sangat besar.  Paus Yohanes Paulus II dalam Tertio Millenio Adveniente (1994) menyebut ada gejala keterlepasan manusia dari yang Illahi atau Religius Indefference, sehingga seakan-akan menusia hidup tanpa Allah.  Gejala yang dilihat oleh Paus tampak dalam lemahnya rasa ke-eka-an tehadap daya transenden dalam kehidupan manusia, ketidakpastian dan ketidakjelasan paham dan kesadaran etis, juga lemahnya rasa penghargaan terhadap nilai kehidupan dan keluarga.

Paus Yohanes Paulus II juga berulangkali menyatakan kecemasannya akan wajah dunia yang semakin meninggalkan Tuhan.  Dikatakannya masyarakat tanpa Tuhan menjadi nyata saat hidup hanya ditentukan pertimbangan politik dan ekonomi, dengan mengabaikan aspek spiritual dan kekayaan rohani.  Ringkasnya, kehidupan bernegara sepertinya berbalik, melawan apa yang senantiasa diwartakan, diajarkan, dan dilakukan gereja.

Gereja masa kini dihadapkan pada arus tantangan zaman yang berat, seperti berkembangnya paham Nihilisme, Relativisme, Kebebasan tanpa Batas, terkuburnya Moralitas, pengabaian terhadap Harkat-Martabat Kemanusiaan, pelanggaran HAM, Kemiskinan, masih berkembangnya Intoleransi dalam kehidupan Beragama, dan aneka tantangan Kebangsaan dan Kemanusiaan lainnya.

Di tengah kondisi yang menantang ini, sesuai dengan panggilan dan misi yang diemban, gereja tidak mungkin berpangku tangan.  Gereja bersama-sama saudara yang lain pasti mengambil bagian, berprakarsa memperbaharui tata dunia agar berkembang semakin adil dan manusiawi.  Tantangan-tantangan semacam in mestinya menjadi perenungan, analisis orang muda, sehingga dapat merumuskan peran mereka ikut mentransformasi tata dunia, baik peroangan sesuai kapasitas, talenta, karisma masing-masing maupun secara kelompok.

Saat ini, ada kebutuhan mendesak bagi orang muda untuk menemukan kembali, memandang, dan mengenal Kristus.  Saat Forum Pemuda Internasional di Roma, tahun 2004, Paus Yohanes Paulus II menegaskan bahwa kita tidak diselamatkan oleh Ideologi atau Formula.  Kita diselamatkan oleh Kristus.

By. Elias Sumardi

Every nation, every tribe, Come together to worship You.  In Your presence we delight, We will follow to the ends of the earth.

As Your Spirit calls to rise, We will answer and do Your Will.  We’ll forever testify,  Of Your mercy and unfailing love.

OST.WYD Sidney 2008, Receive The Power by. Guy Sebastian and Paulini

-Lcdsthpsri_share

Play Another Cards of My Life

Mei 24th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Think, Dare, Love, True, Charm, Share, Live, Trust, Care, Laugh

Finding Life Destiny, It is in related to our Talent.  Talent is something that the more we use it, The Bigger It is.

Looking back the road I’ve been taking, a little smile at glance, and the rising me can says  ‘Hi, I’ve been There..done That’.

Friends who’d really knew me used to give feedback that I get things as in an‘effortless’ way. If they’re only knew what’s in inside. Hi, It’s just something worth enough doing for me, It’s my talent.

One I do believe : Warm hands always open a lots of doors.  It is proven. We may live and thought that miracle wasn’t exist, or we may live and thought that Everything was miracles.  Success always reaches trough other people, nor underlaying within ourselves.

Life as Simple as It possible :)

Re, Lucia Desthie Hapsari

Indonesian Butterfly

Mei 3rd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Yo solía hacer, para obtener la forma del mundo. Y ahora todo lo que quiero hacer es sólo extiende las alas y volar

“ Diantaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah”

Nubuat Zefanya 3:12-13

Dan Allah berfirman: “ Diantaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berdusta. Di dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti kawanan domba yang makan rumput dan berbaring, dengan tidak ada yang menggangunya. “

“Yang lemah dan tidak berdaya dipilih Allah“

Korintus 1:26-31

Coba ingatlah bagaimana keadaanmu ketika kamu dipanggil. Menurut ukuran manusia tidak banyak diantara kamu yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang.

Tetapi apa yang bodoh di mata dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat. Dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan yang kuat. Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti pun dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti. Supaya jangan seorangpun manusia yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Tetapi oleh Dia, engkau berada dalam Kristus Yesus, dan oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Dialah yang membenarkan, menguduskan, dan menebus kita.

Barangsiapa hendak bermegah, hendaklah Ia bermegah dalam nama Tuhan.

No Greater Love — Rachael Lampa 

Before I know your Name, you know my Every Breath

Before I found my Way, You know my Every Step

Before I knew Everything that I need, You gave it all to me

No greater love than this, that you should lay down your Life

For  Someone such as me, I spend a lifetime wondering why

The beauty of heaven is here in my heart, And I know there can be

No greater Love than This..

I used to do, to gather the way of the world.  And now all I wanna Do is just spreads my wings and fly..

Peningkatan ‘Patient Safety’ melalui Peresepan Obat Berdasarkan Evidence Based Medicine

Mei 3rd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

At Novotel Semarang, 4th December  2010

By PT.ASKES Persero Health Insurance Specialist

Evidence Based Medicine (EBM) sebagai dasar Patient Safety Practises

by. Prof.dr.Iwan Dwiprahasto M.Med SC, PhD

Background: ‘Belanja’ kesehatan dunia meningkat pesat. 50% Intervensi tidak efikasi, 46 % resep tidak ditebus / dilanjutkan, sehingga terjadi ‘medical eror’ dari waktu ke waktu. Perlu fokus pada ‘Patient savety’ dengan cara Building Case for better Treatment.

Beberapa biaya obat terbuang karena obat tidak efektif: ACEInhibitor, BetaBlocker, Antidepressan, Statin, BetaAgonist. Selain itu efikasi obat terlalu rendah pada obat-obatan Oncology, Alzheimer, Incontinensia, Hepatitis C antiViral, Osteporosis, Rheumatoid Athritis, Migraine, Cardial Arhytmia, Athsma Bronchiale.

Hasil terapi / Outcome yang diharapkan mempertimbangkan 2 jenis outcome: Efikasi (positive outcome) dan Adverse Event/ Treatment (negative outcome)

Terapi yang tidak efektif / beresiko (Aktor dan Faktor)

Contoh terapi yng tidak efektif 1. AB untuk Common Cold; 2. Widal test untuk Thyphoid diagnose; 3.Px Rutin kehamilan / ANC dengan USG; 4. Puasa pre-Op 6-8 jam; dll… masih banyak

Beberapa Zocor (Simvastatin) is Indicated as an Adjunt (red. Terapi bantuan) to diet restricted in satureted fat and cholesterol and other non farmakologic measures alone has been inadequate. – Tanpa diet / Perubahan habit the using of simvastatin is ‘sia-sia’ :)

So it is to Lipitor Indication (Athrovastatine)

This is The Conventional Wisdom: Melakukan sesuatu yang salah, Tanpa kita malakukan sesuatu yang benar

Hanya +/- 15% intervensi medis didukung bukti ilmiah yang solid

Sinner List Tenaga Profesional Kesehatan bidang peresepan / obat:

1. Missed Dose 2. Wrong Technique 3. Duplicate Therephy 4. Tulisan resep jelek 5. Tanpa Indikasi Jelas 6.Preparation Error 7.Excessive Traetment and 8.Excessive Cost (berlebihan)

Missed Dose

Connect to: http//:www.drug_interchecker.com

Manfaat DPHO (Daftar Plafon Harga Obat) ASKES:

  1. Memangkas unnecessary Cost of Drug
  2. Education for Savety
  3. Meluruskan persepsi salah tengtang Obat Generik
  4. Mengendalikan harga Obat
  5. Instrument Medication Safet Practises
  6. Meminimalkan bencana obat dan excessive use of drugs
  7. Mencegah peresepan off label (pulveres)

Woman and Cardiovascular Desease — Jogja Cardiology Updates

Februari 10th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

At Inna Garuda – Yogyakarta, 15 until 17 July 2010

An Annual Symposium, since 2005 held by Perki Yogyakarta.  Serasa mengikuti lanjutan ACLS, saya bertandang ke Jogja di musim liburan, Juli 2010.  Ada Workshop-nya juga satu hari sebelumnya.  Sangat menarik berhubung banyaknya partisipan dan topik, baik dari presenter, moderator, dan panelis yang kompeten membuat saya yang ‘fresh graduate’ (saat itu) 6 bulan rehat dari medical updates, serasa dijejali dan ‘warming up’ lagi.  Saya coba meringkas apa adanya (thanks to Pak Dyta  buat suntingan bahasa awam-nya )

All you can find about Cardiology here

Isinya : Wanita memiliki berbagai aspek yang unik pada patofisiologi penyakit-penyakit kardiovaskular, sehingga penanganan masalah kelainan kardiovaskular pada wanita harus mempertimbang­kan kondisi tersebut. Jadi harapannya, kita dapa­t lebih memahami dan melakukan penatalaksanaan masalah-masalah kardiovaskular pada wanita secara komprehensif.

The Unique Aspect of CVD in Woman talks that Pria dan Wanita memiliki beberapa perbedaan kondisi jantung: ukuran a.coronary wanita lebih kecil, perbedaan property EKG dimana denyut istirahat wanita dengan interval QTc lebih panjang, perbedaan gen yang mempengaruhi remodelling vessel, dan perbedaan kontraktilitas jantung.  Hal ini merefleksikan karakteristik adanya interaksi hormonal, vascular, dan ventricular pada karakter CVD wanita.

Wanita juga cenderung ‘jatuh’ dalam CHF dalam usia yang lebih tua daripada pria, dengan fungsi LV lebih baik daripada pria, mostly setelah menopause karena efek estrogen dalam metabolisme lemak,  merelaksasi a.coronary, dan mengembalikan fungsi endothel.  Hal ini membuat estrogen memiliki efek antihipertensi (vasodilatasi, anti trombotik, anti inflamasi)

DM in Cardiovascular Desease, tentang: DM sebagai major risk fact ‘independen’ PJK melalui mekanisme percepatan aterogenesis, juga sebagai faktor ‘ikutan’ yang menyebabkan Hipertensi dan Obesitas.  Faktor PJK yang berhubungan langsung dengan DM: Hiperglikemi, Hiperinsulinisme, Obesitas, Dislipidemi, HT, Microalbuminuria, Peningkatan Leukosit, Pertanda Inflamasi Vascular,  Koagulasi, Trombosis, dan Disfungsi Endothel.  Disimpulkan DM merupakan CHD risk equivalent, dan berdampak lebih buruk pada wanita.

Venous Tromboembolism in Woman, VTE bermanifestasi menjadi 2: DVT (Deep Transverse Vein) dan (PE)  Pulmonary Embolism. Kejadiannya dijelaskan dalam Trias Virchaw: 1 Blood Stasis/Flow stasis, 2 Changes of Vessel Wall/Endothel Damage, 3 Hipercoagulasi, yang saling berpengaruh, kaya diagram venn.  Terdapat 2 causa, memang memiliki kecenderungan untuk trombosis dan trauma.  Kejadian trauma pada DVT kebanyakan terjadi karena tindakan Bedah, dimana intervensi Bedah menyebabkan tarauma pada Blood Vessel, selain itu juga adanya ‘prolonged imobilization’ pasca op yang berakibat stasis.  Tidak adanya ‘muscle pumping’ dalam tindakan surgery untuk merangsang kontraktilitas venous yang ‘tergencet’ saat tindakan. High Risk DVT mayoritas pada Pria daripada wanita (jadi kenapa materi ini dimasukkan? bingung juga, tapi gapapa, menarik).  Sehingga pada baiknya diberikan terapi profilaksis dalam tindakan bedah (terutama ortopedi)  dengan antikoagulan Wafarin dan kawan-kawan, tetapi yang baru nge-’tren’ sekarang adalah penggunaan Fondaparinux.

The Role of beta blocker in CV : Gender Differences - Beta Blocker bekerja dengan menghambat hormon stres adrenaline dan noradrenaline untuk mencegah angina dan serangan jantung.  Beta bloker sangat direkomendasikan pada Hipertensi Esensial dimana terjadi hipertrofi miokardium dan mikroangiopati a.coronary.  Penghentian Beta Bloker juga harus pertahap, karena untuk penggunaan jangka panjang menimbulkan supersensitivitas, sehingga kalau langsung diturunkan akan muncul efek ‘rebound’ dimana TD melonjak pada pasien HT.

Hari pertama diakhiri dengan Live Demo Coronary Intervention dari RSUP DR.Sardjito – cara kateterisasi dan stent

Hari kedua diawali dengan Meet the Expert (divigote) dengan case: MS in pregnant woman.

Dilanjutkan dengan The Using of ARB (Angiotensin Receptor Blocker).

Primary Prevention on CVD : The Role of Lipids in Woman talks about metabolisme lemak yang ternyata pada wanita lemak lebih banyak terdistribusikan sebagai lemak subkutan (karena Estrogen), sedangkan distribusi lemak pada pria adalah lemak abdomen/lemak visceral.  Jumlah lemak pada wanita lebih banyak pada daerah gluteal dan lower limb, sedangkan pria pada upper limb.  Perbedaan ini lebih jelas pada wanita premenopause dimana lipoprotein (kolesterol total, LDL dan trigliserida) lebih rendah. dengan HDL yang lebih tinggi. Perbedaan distribusi lemak tubuh dan lemak yang bersirkulasi sepertinya disebabkan adanya hormon seks steroid yang mempengaruhi lemak, karena setelah menopause konsentrasi lipoprotein dan dan distribusi lemak tubuh wanita akan menyerupai pria.  Sedangkan kecenderungan penumpukan lemak visceral pada pria akan meningkatkan faktor CVD, sindrom metabolik, DM dan resistensi insulin

Hipertension in Woman - Etiologi CHF berbeda antara kedua gender, dengan Hipertensi berperan lebih besar untuk kejadian CHF pada wanita, sedangkan PJK berperan lebih besar pada CHF Pria. CVD pada wanita dipengaruhi oleh: Usia, Menopause, DM, Dislipidemi, Obesitas, Hipertensi, Rokok, dan Faktor Psikososial (Depresi dan Ansietas). menariknya Depresi dan ansietas merupakan faktor independen, dengan mengaktifkan sistem neuroendokrinologi yaitu sistem simpatis dan aksis HPA.

Woman and Acute Coronary Syndrome : Does Sex Matter? SKA (Sindrom Korner Akut0 atau IMA dibagi menjadi Unstable Angina, Non ST Elevation MI, dan ST Elevation MI.  SKA merupakan penyakit yang didominasi Pria, membuat simtom PJK yang ‘menyimpang’ dari normal sering terlewat untuk dideteksi.  Diameter a.coronary wanita lebih kecil daripada pria, tergantung ukuran tubuh, dengan kolateral yang lebih sedikit (mungkin karena aktivitas fisik pria lebih berat membentuk kolateral yang lebih banyak ya?)  Perbedaan anatomi ini menjelaskan terjadinya peningkatan kondisi iskemi pada saat dilakukan exercise / stress test.  Pada wanita prevalensi SKA lebih rendah. wanita9-10 tahun terlambat terkena SKA.  Gejala SKA pada wanita yang kurang spesifik membuat penatalaksanaan SKA pada wanita ‘undertreatment’.

Current Management on PCI Patient with Triple Antiplatelete, merupakan topik yang dibahas lebih panjang, berhubung ada ‘kepentingan’ dari produsen obat sponsor acara :)

DR.Dr. Otte J Rachman, SpJP(K) membahas terapi tripel antiplatelet.  Peranan platelet dalam pato­fisio­logi terjadinya SKA (Sindrom Koroner Akut) amat penting sehing­ga pemberian obat-obat anti-platelet merupakan bagian tak terpisahkan dalam mengurangi mortalitas.

Pada Percutaneous Corona­ry Intervention (PCI), mekanisme pelebaran lumen pembuluh dilakukan dengan merusak ateroma yang potensial menimbulkan trombosis yang menyerupai keadaan SKA. Pemberian aspirin dan clopidogrel yang merupa­kan anti-platelet disaratkan dalam premedikasi maupun dalam pengelolaan lanjutan PCI.

Namun demikian, di sam­pin­g terjadinya restenosis (yang sebagian diatasi dengan pema­sangan stent disalut obat) trombosis masih merupakan keadaan yang ditakutkan karena dapat menimbulkan kematian, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kejadian trombosis stent dipengaruhi oleh beber­apa hal, antara lain karakteristik penderita (diabetes, SKA, penyakit ginjal menahun, komplians yang buruk); karakteristik tindakan (malposisi stent, left main, bifurcatio); faktor genetik dan seluler (polimorfism reseptor, upregulasi reseptor).

Keadaan tersebut merupa­kan penyebab terjadinya penurunan respons terhadap pemberian anti-platelet (anti-platelet resistance) dan hal ini amat berpengaruh terhadap timbulnya trombosis jangka panjang karen­a adanya perbedaan pro­se­s re-endotelialisasi dalam hal Bare Metal Stent /BMS dengan stent dengan salutan obat/DES.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi terjadinya trombosis pada PCI dengan pem­berian stent. Upaya ter­sebu­t meliputi memberikan anti-ag­regasi lain saat tindakan (misal­nya tirofiban, eptifibatide), memperbaiki komplians obat (misalnya pencegahan peng­hen­tian obat terlalu dini), mening­kat­kan dosis terutama clopidogrel, memberikan antikoagulan, dan memberikan anti-platelet tambahan seperti cilostazol.

Resistansi terhadap aspirin maupun clopidogrel merupakan keadaaan yang disebabkan terutama oleh respons yang menurun terhadap efek anti-platelet yang diinginkan. Upaya untuk memperbaiki respons da­pa­t dilakukan dengan me­ning­katkan dosis awal dan maintenance dari obat-obatan (aspirin dan clopidogrel) maupun meng­indetifikasi penderita-penderita yang potensial mempunyai respo­ns yang rendah tersebut.

Sayangnya, belum ada kesepakatan mengenai pemeriksaan yang dapat dilakukan secar­a rutin, mudah, dan dapat dipercaya untuk hal tersebut. Salah satu harapannya adalah cilostazol. Cilostazol merupakan suatu anti-platelet yang dapat meningkatkan ketersediaan cAMP intraseluler lewat inhibisi selektif terhadap enzim fosfodiesterase dan selanjutnya memblokir reseptor P2Y12 sehingga mengurangi resistansi terhadap aspirin dan clopidogrel.

Cilostazol juga mempunyai pengaruh terhadap miosit vas­ku­­l­ar sehingga terjadi vasodila­tasi dan menurunkan prolife­rasi miosit (antirestenosis), di sam­pin­g berpengaruh terhadap pe­ningkatan metabolisme lipid. Cilostazol terbukti mengurangi restenosis pada implant stent de­­ngan efek sama dibanding­kan clopidogrel dan memper­baiki prognosis jangka panjang diban­dingkan ticlopidin.

Pemberian Triple-Theraphy (aspirin, clopidogrel dan cilostazol) jangka panjang dapat me­nu­­runkan restenosis dan penya­ki­t iskemik pada 9 bulan dan me­netap sampai 2 tahun, ter­utama pada penderita risiko tinggi. Triple anti-platelet yang diproduksi PT Pharos Indonesia ini, meliputi Artepid (Clopi­dog­rel), Ilos (Cilostazol) dan Ascardia (Aspirin)

All above just a ‘short’ story i’ve heard, sebagian hanya poin yang menarik dari masing2 pembahasan.

Its fun akhirnya saya ‘pulang kampung’.  Tiga hari yang cukup untuk disisipkan acara jalan-jalan dan kuliner.  Sebagai salah satu tourist destinasi area, Jogja memang surganya leisure, dengan atmosfer pariwisata, baik wisata budaya, wisata alam, wisata sejarah, wisata belanja dan kuliner yang kental dan melekat erat dengan masyarakatnya, semuanya oks.

Well the ‘travellers tale’ or in the other words ‘acara jalan-jalan’ to be continued on another post..

Connect to: http://www.inaheart.org

Thanks for sharing

-Lcdsthpsri_

Perempuan Sebagai Inspirasi Pembawa Perubahan

Februari 10th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

At Manggala Wana Bhakti, 6 until 7 October 2010

Perempuan Inspirasi Pembaharuan — mencetuskan, melakukan dan berbagi, memberi inspirasi

Postingan ini saya buat setelah membaca sebuah ‘percikan’ atau istilahnya non-literary nya renungan.  Yang saya rasa setiap perempuan, siapapun dan ‘apa’ pun anda, memiliki peran yang seharusnya dimainkan ‘for better living’ lah istilahnya.. Inspiring juga, bisa membayangkan ‘dunia’ tanpa ‘perempuan’? :) Okay, here goes

Tujuan Pembangunan Millenium/Millenium Development Goals dicanangkan bukan hanya untuk mencapai sederetan angka-angka sesuai indikator yang ditetapkan dengan tenggat waktu 2015. Lebih jauh dari sekedar mencapai perhitungan kuantitatif , tujuan Pembangunan Millenium dicanangkan agar negara negara di dunia mempunyai suatu titik tolak pembangunan yang menyeluruh secara kuantitatif maupun kualitatif.  Tahun 2015 ditetapkan sebagai tenggat pencapaian kuantitatif dan titik tinggal landas bagi tiap-tiap negara untuk pada tahun-tahun selanjutnya dapat meninggalkan pencapaian kuantitatif menuju kesejahteraan masyarakat yang holistik dan kualitatif.

Dalam Jangka Waktu 5 tahun mendatang dimana target kuantitatif pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium diharapkan dapat tercapai di seluruh dunia, seluruh pemangku kepentingan dituntutuntuk berpartisipasi secara aktif, berkolaborasi, dan bersinergi secara harmonis. Dalam ruang lingkup nasional, perlu diingat bahwa kesejahteraan masyarakat akan terwujud bila dilakukan gerakan intervensi yang pada akhirnya dapat memutusnya rantai lingkaran kemiskinan .  Hal ini hanya dapat terlaksana bilamana partisipasi masyarakat madani telah disadari dan menjadi suatu hal yang mutlak dan tidak dapat dielakkan lagi.

Sebagai ujung tombak pembawa perubahan yang mempunyai karakteristik hi-touch, perempuan dapat melakukan gerakan terobosan yang langsung menyentuh dan membawa dampak bagi lingkungannya.  Dengan memiliki bekal pengetahuan dan wawasan yang luas, perempuan akan dapat mengubah berbagai macam tantangan yang dihadapinya menjadi suatu kesempatan dan peluang.

Kekuatan itu bernama Perempuan.  Ia memahami dirinya, mengenali kelebihannya. Mencintai Kehidupan dan ingin selalu bergerak bersamanya.

Perempuan itu kita.  Yang percaya bahwa kita bisa membuat dunia tertawa :)

-Lcdsthpsri_

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.